Peta Startup Indonesia: Sebaran Sektor dan Jenis Kegiatan Usaha

17 Mar 2026


Perkembangan ekosistem startup di Indonesia menunjukkan kecenderungan yang konsisten dalam hal fokus sektor dan model bisnis. Data Tech in Asia yang menghimpun lebih dari 900 startup memperlihatkan bahwa aktivitas kewirausahaan digital masih terkonsentrasi pada sektor finansial, teknologi dan infrastruktur digital, serta perdagangan dengan pendekatan bisnis yang berorientasi pada platform transaksi dan konsumen.

Sektor-sektor tersebut menjadi area yang paling banyak dieksplorasi oleh pendiri startup. Sementara, sektor dengan karakter industri atau teknologi mendalam masih muncul dalam proporsi yang lebih kecil.

Konsentrasi tersebut mencerminkan kuatnya perkembangan startup pada sektor finansial, teknologi dan infrastruktur digital, serta perdagangan. Aktivitas transaksi keuangan, pengembangan layanan dan infrastruktur digital, hingga jual-beli barang dan jasa menjadi bagian dari rantai ekonomi yang paling cepat diadaptasi ke dalam bentuk digital, terutama ketika didukung oleh penetrasi internet dan penggunaan perangkat mobile yang luas.

Dari sisi jenis usaha, distribusi juga menunjukkan dominasi pada beberapa kategori utama. Layanan profesional, lokapasar konsumer, serta makanan dan minuman menjadi pendekatan yang paling banyak digunakan oleh startup di Indonesia. Model ini menunjukkan peran startup baik sebagai penyedia layanan langsung maupun sebagai perantara yang menghubungkan penawaran dan permintaan di pasar.

Kendati demikian, jenis usaha startup di Indonesia saat ini masih sangat terfragmentasi, hingga mencapai 84 kategori yang berbeda. Tidak terdapat satu pendekatan yang sepenuhnya mendominasi, mengindikasikan bahwa berbagai strategi masih diuji secara paralel untuk menemukan kecocokan dengan dinamika pasar domestik.

Struktur ini juga tercermin dalam dinamika ekonomi makro Indonesia. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sepanjang 2025, konsumsi rumah tangga tumbuh 4,98 persen secara tahunan dan menjadi sumber pertumbuhan terbesar dalam perekonomian. 

Secara struktural, konsumsi rumah tangga menyumbang sekitar 53,88 persen terhadap total produk domestik bruto (PDB), menegaskan bahwa aktivitas belanja masyarakat masih menjadi fondasi utama permintaan domestik, sekaligus menjelaskan mengapa digitalisasi transaksi dan layanan konsumen menjadi area yang paling banyak dieksplorasi oleh startup.

Sektor finansial menempati posisi penting dalam ekosistem startup. Perkembangan ini berlangsung seiring dengan meningkatnya penggunaan layanan keuangan digital dalam aktivitas ekonomi sehari-hari, termasuk pembayaran dan transaksi non-tunai. Data Bank Indonesia menunjukkan percepatan adopsi pembayaran digital sepanjang 2025, terutama pada instrumen uang elektronik. 

Sepanjang 2025, nilai transaksi uang elektronik menunjukkan tren meningkat dengan kenaikan sekitar 60 persen, dari sekitar Rp65 triliun pada Januari menjadi lebih dari Rp104 triliun pada Desember. Dalam periode yang sama, transaksi kartu kredit relatif stabil di kisaran Rp34 triliun hingga Rp46 triliun per bulan. Sementara itu, transaksi ATM dan debit bergerak pada rentang Rp40 triliun hingga Rp51 triliun per bulan.

Pola ini mengindikasikan bahwa pertumbuhan aktivitas belanja masyarakat semakin terkonsentrasi pada instrumen pembayaran digital. Ini sejalan dengan meningkatnya peran layanan keuangan digital dalam konsumsi sehari-hari.

Data Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) juga merepresentasikan struktur ekosistem fintech nasional yang semakin didominasi oleh aktivitas transaksi digital. Ini tercermin dari komposisi anggotanya pada 2025 yang paling besar berada di klaster sistem pembayaran digital (18,4%).

Oleh sebab itu, dalam konteks tersebut, peta sebaran startup berdasarkan sektor dan model bisnis dapat dibaca sebagai potret struktur aktivitas kewirausahaan digital di Indonesia pada satu periode waktu tertentu. Data ini memperlihatkan area ekonomi yang paling responsif terhadap adopsi teknologi, serta bagaimana dinamika konsumsi dan transaksi membentuk fokus pengembangan produk dan layanan digital.

Alih-alih menjadi tolok ukur kualitas atau prospek individual startup, distribusi ini memberikan konteks mengenai pola eksplorasi yang terjadi di tingkat ekosistem. Perubahan pada struktur ekonomi, perilaku konsumsi, dan adopsi teknologi ke depan berpotensi menggeser peta ini seiring waktu, sejalan dengan berkembangnya kebutuhan pasar dan kapasitas inovasi digital di Indonesia.

Catatan: Data yang digunakan dalam artikel ini mengacu pada sektor utama dan jenis kegiatan usaha dari masing-masing startup. Perlu dicatat bahwa dalam praktiknya, satu startup dapat beroperasi lintas sektor dan mengadopsi lebih dari satu model bisnis. Klasifikasi utama digunakan untuk merepresentasikan fokus aktivitas dominan setiap startup, sekaligus menjaga konsistensi dalam pembacaan distribusi ekosistem secara agregat.

Sumber: Tech in Asia

Baca artikel lainnya