Ekosistem startup Indonesia terus bergerak dalam beberapa tahun terakhir; pendanaan terus mengalir, model bisnis semakin beragam, dan persaingan di antara pelaku usaha kian ketat. Di tengah dinamika tersebut, program inkubator dan akselerator semakin sering menjadi bagian dari perjalanan awal maupun fase pertumbuhan banyak perusahaan rintisan.
Istilah inkubator dan akselerator kerap digunakan secara bergantian, meski keduanya memiliki pendekatan yang berbeda. Inkubator umumnya ditujukan bagi tim tahap awal ketika ide masih diuji dan produk masih dalam proses pengembangan. Pendampingan berlangsung dalam periode yang relatif lebih panjang dengan fokus pada validasi masalah, pengembangan minimum viable product (MVP), serta pembentukan fondasi model bisnis dan operasional.
Sebaliknya, akselerator menyasar startup yang telah memiliki produk dan indikasi traksi pasar. Program ini biasanya berlangsung lebih singkat dan intensif, dengan penekanan pada strategi pertumbuhan, penguatan metrik kinerja, penyempurnaan go-to-market, serta kesiapan untuk bertemu investor melalui sesi pitching atau demo day.
Di Indonesia, berbagai program inkubator dan akselerator diinisiasi oleh pemerintah, korporasi, venture capital, maupun institusi pendidikan. Setiap program menawarkan skema dukungan yang berbeda, mulai dari mentoring dan jejaring industri hingga akses pendanaan berbasis ekuitas maupun non-dilutif.
Berikut adalah daftar program yang memiliki keterlibatan dengan startup Indonesia beserta profil dan alumninya.
1) Y Combinator
• Inisiator: Y Combinator
• Jenis Program: Akselerator
• Durasi Program: 12 pekan
• Contoh Startup Alumni: Xendit, Ajaib, Super, Dropezy, Fresh Factory, Peeba, Proglix, Materee, Latent Space, Feedloop
• Link pendaftaran/informasi: Klik di sini
Y Combinator (YC) adalah program akselerator startup global yang didirikan pada tahun 2005 di Cambridge, Massachusetts, dan kini berbasis di San Francisco. Program ini berjalan dalam format intensif selama sekitar tiga bulan dan dikenal sebagai salah satu akselerator paling kompetitif di dunia. Setiap batch diselenggarakan dua kali setahun (winter dan summer), dan seluruh startup mengikuti pembinaan intensif yang berujung pada demo day.
Startup yang diterima memperoleh pendanaan standar sebesar US$500.000 (sekitar Rp8,41 miliar), terdiri dari US$125.000 (sekitar Rp2,10 miliar) untuk sekitar 7 persen dari ekuitas dan US$375.000 (sekitar Rp6,30 miliar) melalui uncapped SAFE dengan Most Favored Nation (MFN). Skema ini diberikan tanpa persyaratan milestone tertentu, sehingga founder dapat fokus pada pengembangan produk dan pertumbuhan bisnis.
Selain pendanaan, YC memberikan dukungan berkelanjutan melalui mentoring langsung dari para mitra, sesi office hours mingguan, diskusi grup, dan sharing session dari founder perusahaan teknologi besar. Selama program berlangsung, founder mendapatkan akses eksklusif ke jaringan alumni global dan investor ternama. Di akhir program, startup akan tampil di demo day untuk melakukan pitching kepada ratusan investor, sehingga membuka peluang pendanaan lanjutan mulai dari seed hingga Seri A.
2) Surge
• Inisiator: Peak XV Partners
• Jenis Program: Akselerator
• Durasi Program: 16 pekan
• Contoh Startup Alumni: Bobobox, BukuKas, Rukita, Otoklix, Tentang Anak, Qoala, KaryaKarsa, Moladin, Dealls, Finhay
• Link pendaftaran/informasi: Klik di sini
Surge diluncurkan pada tahun 2019 oleh Peak XV Partners sebagai program akselerator untuk startup tahap awal di Asia Tenggara dan India. Program ini dirancang untuk memberikan kombinasi investasi pre-seed dan pembinaan operasional intensif selama kurang lebih 16 pekan.
Setiap startup yang diterima memperoleh pendanaan awal umumnya dalam kisaran US$1–2 juta (sekitar Rp16,81–Rp33,62 miliar) tergantung batch dan struktur deal, serta akses langsung ke partner venture capital. Kurikulum Surge mencakup product development, growth strategy, fundraising readiness, hingga talent acquisition. Startup juga mendapatkan dukungan legal dan strategi ekspansi lintas negara.
Di Indonesia, Surge telah mendukung beberapa startup digital yang berkembang pesat di sektor fintech, proptech, dan consumer tech. Keterlibatan langsung investor dalam pembinaan menjadi nilai tambah utama program ini dibanding akselerator non-investment.
3) Antler Residency

• Inisiator: Antler
• Jenis Program: Akselerator
• Durasi Program: 10 pekan
• Contoh Startup Alumni: Adamata, Agrigate, Agri Sparta, Akar, ArkoPay, GoCement, Brick, Setara Networks, ALVA, Medigo
• Link pendaftaran/informasi: Klik di sini
Antler adalah venture capital global yang berdiri pada tahun 2017 dan mengembangkan model “Residency Program” sebagai venture builder. Berbeda dari akselerator konvensional, Antler memulai dari individu dan mempertemukan calon founder untuk membentuk tim serta ide bisnis dari nol. Selama 10 pekan program residensi, peserta melalui fase ideasi, validasi pasar, dan pembentukan tim.
Pada akhir fase ini, startup terbaik akan menerima investasi pre-seed dari Antler, umumnya sekitar US$100.000–150.000 (sekitar Rp1,68–Rp2,52 miliar) tergantung struktur wilayah. Model ini menekankan kualitas tim dan potensi jangka panjang.
Di Indonesia, Antler aktif membangun startup lintas sektor, seperti fintech, agritech, dan climate-tech. Pendekatan venture builder dinilai membuat Antler efektif dalam menciptakan perusahaan baru dengan fondasi tim yang terstruktur.
4) Google for Startups

• Inisiator: Google
• Jenis Program: Akselerator
• Durasi Program: 10–12 pekan
• Contoh Startup Alumni: Aido Health, Aruna, CROWDE, Duitin, Hacktiv8, Kata.ai, Riliv, Halodoc, eFishery, Majoo
• Link pendaftaran/informasi: Klik di sini
Google for Startups Accelerator adalah program global yang dirancang untuk mendukung startup berbasis teknologi melalui pembinaan teknis dan produk. Program ini bersifat equity-free dan umumnya berlangsung selama 10–12 pekan dalam format hibrida atau virtual.
Startup yang diterima memperoleh akses mentor internal Google, dukungan engineering, arsitektur cloud, AI/ML advisory, serta kredit Google Cloud. Fokus utamanya adalah memperkuat fondasi teknologi dan meningkatkan skalabilitas produk. Bagi startup Indonesia, partisipasi dalam program ini memberikan akses langsung ke ekosistem teknologi global Google, hingga meningkatkan kredibilitas serta kesiapan scale regional.
5) Scale Up by Endeavor

• Inisiator: Endeavor
• Jenis Program: Akselerator
• Durasi Program: 12–16 pekan
• Contoh Startup Alumni: ButtonsCarves, Evermos, Flip, FWC, Logisly, Mekari, Qoala, Kopi Kenangan, Sociolla, Halodoc
• Link pendaftaran/informasi: Klik di sini
Endeavor adalah organisasi global yang berdiri pada tahun 1997 dengan fokus mendukung high-impact entrepreneur melalui jaringan mentor dan investor internasional. Di Indonesia, program Scale Up by Endeavor ditujukan bagi startup tahap growth hingga skala yang telah memiliki traction dan revenue kuat serta kesiapan untuk memperluas skala bisnis. Berbeda dari akselerator tahap awal yang berfokus pada MVP atau validasi ide, program ini menitikberatkan pada strategi ekspansi, penguatan corporate governance, fundraising skala besar, dan pengembangan organisasi agar lebih siap bersaing di level nasional maupun regional.
Scale Up by Endeavor merupakan program akselerator non-dilutif (tanpa pengambilan ekuitas) yang menyediakan dukungan strategis melalui curated mentorship, peer-to-peer learning, Scale Up Academy, serta akses ke jaringan global Endeavor dan investor internasional. Dengan pendekatan strategis dan jaringan global sebagai keunggulan utama, program ini membantu founder menghadapi tantangan pertumbuhan dan membuka peluang baru dalam ekosistem bisnis.
6) Accelerating Asia Ventures
https://images.squarespace-cdn.com/content/v1/66a224e901a5112a9af956e1/7c8b6440-1e14-40b7-9730-433c5c16c1e7/footer_AAV_Logo-min.png$0• Inisiator: Accelerating Asia Ventures
• Jenis Program: Akselerator
• Durasi Program: 14–16 pekan
• Contoh Startup Alumni: Amarlab, Dana, Hipajak, Karyakarsa, Lister, Nodeflux, Brick, Privy, Setara Networks, GetCraft
• Link pendaftaran/informasi: Klik di sini
Accelerating Asia Ventures adalah akselerator sekaligus venture fund berbasis Singapura yang didirikan pada 2019 dan berfokus pada startup tahap seed hingga pra-Seri A di Asia Tenggara. Program ini dirancang untuk membantu founder mempercepat kesiapan investasi dan ekspansi regional melalui kombinasi pendanaan dan mentoring strategis.
Startup yang diterima memperoleh investasi hingga US$250.000 (sekitar Rp4,20 miliar) melalui skema SAFE, dengan US$100.000 (sekitar Rp1,68 miliar) di awal dan potensi tambahan US$150.000 (sekitar Rp2,52 miliar) pascaprogram. Program ini juga mengenakan biaya program sebesar US$35.000 (sekitar Rp588 juta) dan 3 persen ekuitas yang dipotong saat investasi (tidak dibayar tunai di awal). Selain pendanaan, peserta mendapatkan mentorship intensif, masterclass, serta kurikulum yang mencakup fundraising readiness, strategi pertumbuhan, positioning regional, penguatan struktur organisasi, dan tata kelola.
Startup juga memperoleh akses ke jaringan investor regional dan global, demo day, serta dukungan scaling melalui komunitas founder, VC, dan mitra strategis di Asia. Bagi startup Indonesia, program ini menjadi pintu masuk untuk memperluas jaringan internasional, menyempurnakan pitch deck dan strategi investor outreach, serta mempersiapkan pendanaan lanjutan dan ekspansi lintas negara.
7) SkyStar Ventures Incubation Program

• Inisiator: Universitas Multimedia Nusantara (UMN)
• Jenis Program: Inkubator
• Durasi Program: 20–26 pekan
• Contoh Startup Alumni: Edubox, Halorumah.id, GuruMerdeka, Monecate, Riliv, Kecilin, Arconesia, Foodizz, Nectars, Sociabuzz
• Link pendaftaran/informasi: Klik di sini
SkyStar Ventures merupakan inkubator startup berbasis kampus yang didirikan oleh Universitas Multimedia Nusantara (UMN) untuk mendukung pengembangan startup tahap awal, khususnya mahasiswa dan alumni. Program ini berfokus pada pembinaan jangka panjang dengan durasi sekitar 20–26 pekan, mencakup mentoring bisnis, workshop pengembangan produk, validasi pasar, serta akses fasilitas coworking dan jejaring industri. SkyStar juga aktif menghubungkan tenant dengan investor lokal dan komunitas startup nasional guna memperluas peluang pendanaan dan kolaborasi.
SkyStar Ventures Incubation Program dirancang secara terstruktur melalui tiga tahap utama: Ideation Stage (validasi ide dan prototyping), Growth Stage (mentoring intensif, akses hibah, dan perluasan jaringan), serta Level-Up Stage (business matching, akses investor, dan dukungan scaling termasuk untuk startup eksternal).
Peserta memperoleh 1-on-1 mentoring, coaching class, dukungan legal dan finansial, networking, serta akses penuh ke ekosistem SkyStar Ventures untuk membantu startup berkembang dari tahap ide hingga siap memasuki fase akselerasi atau pendanaan awal.
8) Techstars Accelerator Program

• Inisiator: Techstars
• Jenis Program: Akselerator
• Durasi Program: 12 pekan
• Contoh Startup Alumni: Aman, Assemblr, Kargo, BukuWarung, Eratani, Nodeflux, Sayurbox, Qoala, Privy, eFishery
• Link pendaftaran/informasi: Klik di sini
Techstars adalah akselerator global yang berdiri pada tahun 2006 dan dikenal dengan model mentorship-driven accelerator. Program berlangsung selama 12 pekan dan mencakup pendanaan awal, mentoring intensif, serta demo day global.
Startup yang diterima biasanya memperoleh investasi awal sekitar US$120.000 ((sekitar Rp2,02 miliar) dengan skema ekuitas tertentu, serta akses ke jaringan mentor dan investor internasional. Program Techstars berfokus pada pertumbuhan cepat, validasi model bisnis, dan kesiapan penggalangan dana. Bagi startup Indonesia, bergabung dengan Techstars memberikan kredibilitas internasional dan peluang ekspansi pasar global.
9) Founder Institute Core (FI Core)

• Inisiator: Founder Institute
• Jenis Program: Akselerator
• Durasi Program: 14 pekan
• Contoh Startup Alumni: Andalin, TransTRACK, Snapcart, Privy, Alodokter, Mekari (mentor network), Qoala, Sirclo, BukuWarung, Nodeflux
• Link pendaftaran/informasi: Klik di sini
Founder Institute (FI) didirikan pada tahun 2009 sebagai program pre-seed accelerator global yang berfokus pada pembentukan startup tahap ide hingga early-stage. Program FI Core berlangsung sekitar 14 pekan dengan format modular berbasis target dan sprint mingguan terstruktur.
Berbeda dari akselerator konvensional, FI menekankan validasi ide, penyusunan roadmap bisnis, product-market fit, go-to-market strategy, serta disiplin eksekusi. Peserta mengikuti sesi mingguan dengan umpan balik ketat dari mentor, dan hanya founder yang berhasil memenuhi milestone tertentu yang dapat melanjutkan hingga lulus program.
Adapun, FI tidak memberikan investasi tunai langsung, tetapi menggunakan model Equity Collective, di mana startup memberikan waran 2,5 persen yang baru bisa dikonversi menjadi saham jika berhasil memperoleh pendanaan minimal US$100.000 (sekitar Rp1,68 miliar)
di masa depan. Dengan jaringan global di lebih dari 100 negara, FI membantu founder membangun fondasi bisnis dan kesiapan fundraising sebelum masuk tahap akselerator berikutnya atau menerima pendanaan eksternal.
10) IDX Incubator
• Inisiator: Bursa Efek Indonesia
• Jenis Program: Inkubator
• Durasi Program: 24–26 pekan
• Contoh Startup Alumni: Blitz, Strivechem, Gabag, Gelato Secrets, BED Group, SLM, HIK Parahyangan, Bumi Kadaka, Solusi Kampus, GMP
• Link pendaftaran/informasi: Klik di sini
IDX Incubator merupakan program inkubasi yang diluncurkan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2018 untuk membina startup dan UMKM potensial agar lebih siap secara bisnis, tata kelola, dan pendanaan. Program ini berlangsung sekitar enam bulan dengan fokus pada pembinaan model bisnis, manajemen keuangan, serta penguatan governance sebagai fondasi pertumbuhan berkelanjutan.
Selama program, peserta memperoleh pelatihan, mentoring, dan pendampingan intensif terkait kesiapan akses pembiayaan, termasuk pemahaman mekanisme pendanaan di pasar modal Indonesia. IDX Incubator juga memfasilitasi networking dengan pelaku industri dan investor domestik, sehingga perusahaan tidak hanya bertumbuh lebih terstruktur, tetapi juga memiliki kesiapan transparansi dan tata kelola yang lebih baik sebagai calon perusahaan yang dapat mengakses pasar modal di masa depan.
11) Startup Studio Indonesia (SSI)

• Inisiator: Kementerian Komunikasi dan Digital
• Jenis Program: Akselerator
• Durasi Program: 12 pekan
• Contoh Startup Alumni: Biteship, Career Support, Feedloop, Halofina, Qasir, FishLog, Majoo, Eratani, Sirclo, Kecilin
• Link pendaftaran/informasi: Klik di sini
Startup Studio Indonesia (SSI) adalah program akselerator yang diinisiasi pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia sejak tahun 2020 sebagai bagian dari penguatan ekosistem startup nasional. Program ini menyasar startup tahap early-stage hingga early-growth untuk memperkuat fundamental bisnis dan mempercepat scale.
Selama 12 pekan, peserta mengikuti mentoring intensif, termasuk sesi 1-on-1 bersama founder berpengalaman, praktisi industri, dan investor. Kurikulumnya mencakup product refinement, growth strategy, go-to-market, fundraising readiness, serta penguatan leadership founder.
SSI bersifat non-dilutif dan tidak memberikan pendanaan tunai langsung, melainkan menyediakan akses jejaring ekosistem, komunitas founder, dan investor untuk mendukung pertumbuhan berkelanjutan. Program ini dikenal selektif dengan sistem kohor nasional dan hingga kini telah menyelenggarakan delapan batch.
12) Pintu Incubator

• Inisiator: JF3 bekerja sama dengan mitra ekosistem
• Jenis Program: Inkubator
• Durasi Program: 16 pekan
• Contoh Startup Alumni: Parapohon, Apa Kabar, Oemah Etnik, Tailor Moon, SukkhaCitta, Sejauh Mata Memandang, Du Anyam, Kivee, Batik Kultur, Rappo Indonesia
• Link pendaftaran/informasi: Klik di sini
PINTU Incubator merupakan program inkubasi yang berfokus pada sektor kreatif dan fesyen dengan pendekatan kolaboratif bersama pelaku industri. Diluncurkan pada tahun 2022, program ini bertujuan memperkuat kapasitas brand lokal agar mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional, khususnya membuka akses ke pasar Prancis dan Eropa. PINTU Incubator menjembatani pelaku industri kreatif Indonesia dengan jaringan global melalui pembinaan terstruktur dan kolaborasi bersama mentor ahli dari dalam dan luar negeri.
Selama sekitar 16 pekan, peserta mendapatkan pendampingan terkait branding, desain, produksi, supply chain, pemasaran digital, hingga manajemen bisnis. Meskipun tidak memberikan pendanaan tunai langsung, program ini menyediakan peluang strategis seperti partisipasi penuh dalam Paris Trade Show serta akses ke jaringan pembeli internasional dan mitra ritel.
13) Indigo

• Inisiator: PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk.
• Jenis Program: Inkubator
• Durasi Program: 12–16 pekan
• Contoh Startup Alumni: EVOS Esports, Roambee, Inspigo, Halodoc, Qlue, Nodeflux, Verihubs, Bahaso, Cubeacon, Opsigo
• Link pendaftaran/informasi: Klik di sini
Indigo merupakan program inkubasi dan akselerasi startup digital yang dijalankan oleh Telkom Indonesia untuk mendukung startup tahap awal hingga growth melalui pembinaan bisnis dan akses ke ekosistem Telkom Group. Program ini memiliki beberapa tahapan, mulai dari pre-startup, inkubasi, hingga akselerasi, yang dirancang untuk membantu founder MVP, menyempurnakan model bisnis, dan mencapai product-market fit.
Pada tahap inkubasi, program berlangsung sekitar enam bulan dengan pendampingan intensif berupa mentoring, workshop, serta akses co-working space di berbagai kota. Startup juga memperoleh peluang kolaborasi dengan unit bisnis Telkom Group, dukungan pendanaan untuk pengembangan, serta akses ke investor melalui kegiatan seperti demo day dan gathering.
14) Indigo Game Intake Program
• Inisiator: PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk.
• Jenis Program: Inkubator
• Durasi Program: 16–20 pekan
• Contoh Startup Alumni: Dragon Emperors, Miraimimpi, Slab Games, Clay Game Studio, Digital Happiness, Toge Productions, Agate, Anantarupa Studios, Nightspade, StoryTale Studios
• Link pendaftaran/informasi: Klik di sini
Indigo Game merupakan jalur inkubasi khusus sektor gim dari Telkom Indonesia yang berfokus pada pengembangan studio gim lokal agar mampu menghasilkan produk kompetitif di pasar domestik maupun global. Program ini berlangsung sekitar 16–20 pekan dan dirancang untuk mengakselerasi pengembangan produk sekaligus komersialisasi. Studio terpilih mendapatkan mentoring intensif terkait game development, monetisasi, strategi publishing, hingga akses ke ekosistem distribusi dan kolaborasi antar studio.
Selain pendampingan bisnis dan teknis, Indigo Game menyediakan dana pengembangan untuk membantu meminimalkan risiko biaya produksi, fasilitas teknis seperti perangkat PC gim, serta dukungan mentor berdedikasi untuk mematangkan konsep dan strategi bisnis. Hingga kini, program tersebut telah menyalurkan pendanaan lebih dari US$600.000 (sekitar Rp10,09 miliar) dan memfasilitasi puluhan studio memperoleh publishing deals serta berpartisipasi dalam ajang internasional.
15) Grab Ventures Velocity (GVV)
• Inisiator: Grab
• Jenis Program: Akselerator
• Durasi Program: 12–16 pekan
• Contoh Startup Alumni: BookMyShow, Sejasa, Minutes, Helpling, TukangSayur, Sayurbox, Tanihub, Majoo, Octopus, Rekosistem
• Link pendaftaran/informasi: Klik di sini
Grab Ventures Velocity (GVV) adalah program akselerator korporasi yang diinisiasi oleh Grab sejak 2018 untuk mendukung startup tahap growth dalam menguji dan memperluas solusi mereka melalui kolaborasi strategis di dalam ekosistem Grab. Program ini dirancang sebagai laboratorium nyata bagi founder untuk menjalankan pilot project menggunakan basis pengguna, jaringan merchant, serta infrastruktur teknologi Grab guna memvalidasi model bisnis dalam skala besar.
GVV umumnya bersifat equity-free alias tidak mengambil saham, tetapi memberikan mentoring eksklusif, dukungan teknis, serta peluang integrasi produk langsung ke platform Grab. Selain itu, terdapat potensi investasi strategis dari Grab bagi lulusan terbaik.
16) Telkomsel Innovation Center
• Inisiator: Telkomsel Ventures
• Jenis Program: Akselerator
• Durasi Program: 14–16 pekan
• Contoh Startup Alumni: EVOS Esports, Roambee, Inspigo, Halodoc, Qlue, Nodeflux, Verihubs, Privy, Kecilin, Widya Robotics
• Link pendaftaran/informasi: Klik di sini
Telkomsel Innovation Center (TINC) adalah program akselerator yang dikembangkan oleh Telkomsel sejak 2018 sebagai bagian dari strategi inovasi dan corporate venture building. Program ini ditujukan bagi startup digital yang telah memiliki produk dan ingin memperluas skala melalui kolaborasi strategis dengan ekosistem Telkomsel.
Berlangsung sekitar 14–16 pekan, TINC berfokus pada pengembangan Proof-of-Concept (PoC), di mana startup mendapatkan akses ke aset digital dan basis pelanggan Telkomsel yang luas untuk menguji solusi mereka dalam skala nasional.
Selama program, peserta mengikuti mentoring intensif, business matching, serta peluang pilot project langsung dengan unit bisnis Telkomsel. TINC juga menghadirkan dukungan mentor regional seperti AppWorks untuk mendorong ekspansi pasar.
Program ini pada tahap mentoring dan PoC umumnya bersifat equity-free. Namun, startup terbaik berpeluang memperoleh pendanaan strategis dari Telkomsel Ventures atau investasi lanjutan melalui jaringan mitra.
17) SKALA Accelerator
• Inisiator: Innovation Factory
• Jenis Program: Akselerator
• Durasi Program: 8–12 pekan
• Contoh Startup Alumni: Homecare, Xellar, Boolet, CARDS, Diva, Eten, Kecilin, Halosis, Algobash, Warung Pintar
• Link pendaftaran/informasi: Klik di sini
SKALA Accelerator merupakan program pre-seed accelerator berbasis metrik yang dikembangkan oleh Innovation Factory untuk mendukung startup tahap awal di Indonesia dan Asia Tenggara. Program ini dirancang bagi founder dengan potensi pertumbuhan tinggi yang membutuhkan percepatan validasi model bisnis serta kesiapan menuju pendanaan seed.
Selama 8–12 pekan, peserta mengikuti kurikulum intensif yang mencakup product validation, business model & startup finance, go-to-market strategy, path to profitability, serta persiapan pendanaan melalui workshop dan mentoring 1-on-1 bersama praktisi industri dan investor.
SKALA juga menyediakan potensi pendanaan hingga US$50.000 (sekitar Rp840,5 juta) dengan imbalan sekitar 8 persen ekuitas, serta akses ke jaringan investor, VC, dan komunitas ekosistem seperti BLOCK71 dan NUS. Program ini menutup rangkaian batch dengan sesi VC matchmaking untuk mempertemukan startup dengan calon investor.
18) NextDev
• Inisiator: Telkomsel
• Jenis Program: Inkubator
• Durasi Program: 14–16 pekan
• Contoh Startup Alumni: Shieldtag, Nuxcle, Aifarm, Smartcoop, Ikan Asix, Widya Robotics, Qlue, Bahaso, Kecilin, Jejakin
• Link pendaftaran/informasi: Klik di sini
NextDev adalah program yang dijalankan sebagai bagian dari inisiatif CSR Telkomsel sejak pertama kali diluncurkan pada tahun 2015. Program ini bertujuan memperkuat ekosistem digital Indonesia dengan mendukung startup yang berorientasi solusi lokal dan berdampak sosial, sekaligus memiliki potensi pertumbuhan bisnis. NextDev secara konsisten membuka batch tahunan dan kerap mengangkat tema strategis, seperti smart city, agritech, serta solusi digital untuk UMKM.
Rangkaian program mencakup beberapa tahapan, mulai dari penjaringan talenta untuk menjaring startup inovatif, NextDev Academy berupa bootcamp dan mentoring intensif, hingga demo day dan konferensi sebagai ajang showcase, business matching, dan pemilihan Best of the Best. Peserta juga memperoleh workshop bisnis dan teknologi, mentoring dari para ahli, akses jejaring ekosistem Telkomsel, serta peluang hibah dan kolaborasi dengan investor maupun mitra strategis.
19) PRIMESTeP
• Inisiator: DKST ITB – Direktorat Kawasan Sains dan Teknologi
• Jenis Program: Inkubator
• Durasi Program: 12–16 pekan
• Contoh Startup Alumni: Agroobot Bangun Nusantara, Algatek Karbon Nusantara, BioPS, Hydrotech, Nano Center Indonesia, Surya Utama Nuansa, SmartFarm ID, Waste4Change, Greenhope, CarbonEthics
• Link pendaftaran/informasi: Klik di sini
PRIME STeP 2026 (Promoting Research and Innovation through Modern and Efficient Science and Techno Park) merupakan program inkubasi dan akselerasi startup berbasis riset dan teknologi yang diselenggarakan oleh Direktorat Kawasan Sains dan Teknologi ITB (DKST ITB) dalam naungan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia serta didukung oleh Asian Development Bank (ADB). Program ini menyasar startup dengan Tingkat Kesiapan Teknologi (TKT) 7–9 yang siap memasuki tahap komersialisasi dan pasar, dengan fokus pada hilirisasi hasil riset menjadi produk bernilai ekonomi dan berdaya saing.
Berlangsung sekitar 12–16 pekan melalui skema inkubasi dan akselerasi terintegrasi, PRIME STeP memberikan pendampingan intensif terkait komersialisasi teknologi, penguatan model bisnis, validasi produk dan pasar, peningkatan kapasitas produksi, hingga kesiapan investasi. Peserta juga memperoleh dukungan legalitas dan perizinan, akses pendanaan, serta jejaring kolaborasi dengan industri dan ekosistem inovasi.
Dengan fokus pada deep-tech dan inovasi berbasis sains, program ini berperan sebagai jembatan strategis antara dunia akademik dan industri dalam memperkuat ekosistem startup riset di Indonesia.
20) BISA (Blue Innovative Startup Acceleration)
• Inisiator: Pemerintah Inggris melalui Kedutaan Besar Inggris
• Jenis Program: Akselerator
• Durasi Program: 12–16 pekan
• Contoh Startup Alumni: MYCL, Archi Biotech, Ijo, Pilot Maris Power, Greenhope, Waste4Change, Algatek, CarbonEthics, Xurya, Jejakin
• Link pendaftaran/informasi: Klik di sini
Blue Innovative Startup Acceleration (BISA) merupakan program akselerator tematik yang berfokus pada pengembangan startup di sektor ekonomi biru dan keberlanjutan di Indonesia. Program ini didukung oleh Pemerintah Inggris melalui Kedutaan Besar Inggris untuk memperkuat inovasi di bidang maritim, perikanan dan akuakultur, konservasi laut, energi terbarukan kelautan, pariwisata bahari, bioteknologi laut, pengelolaan sampah pesisir, hingga blue carbon. BISA juga mempertemukan startup, community-based organizations (CBO), dan mahasiswa guna mendorong solusi kolaboratif berbasis teknologi.
Dilaksanakan dalam format kohor selama kurang lebih 12–16 pekan, BISA menyediakan mentoring intensif, validasi pasar, serta penguatan model bisnis berkelanjutan. Program ini membuka akses jejaring internasional dan peluang kolaborasi lintas negara, sekaligus memberikan dukungan hibah untuk mendukung implementasi solusi tanpa pengambilan ekuitas.




